MENDAMBAKAN KAMPUS ISLAMI

Pendahuluan

Akhir-akhir ini banyak dipermasalahkan mengenai peran mahasiswa di dalam memacu pembangunan nasional. Ada yang beranggapan bahwa mahasiswa dewasa ini semakin mandul di dalam memecahkan masalah-masalah masyarakat. Apakah benar pengamatan demikian ? Masalah ini ternyata mempunyai banyak aspek yang seluruhnya bukan disebabkan oleh mahasiswa itu sendiri, tetapi juga disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor di dalam lembaga universitas atau kampus atau faktor-faktor luar yang telah mempengaruhi kehidupan mahasiswa itu sendiri. Selain dari itu masih timbul pertanyaan berikutnya, apakah memang benar memang mahasiswa sudah harus memecahkan masalah di dalam masyarakat ? Bahkan ada yang beranggapan justru sebaliknya, mahasiswa dewasa ini justru semakin menjadi bagian dari masalah (part of problem) masyarakat itu sendiri.  Jawaban yang sering kita dengar adalah karena telah terjadi pergeseran-pergeseran nilai yang menyebabkan perubahan peranan mahasiswa di dalam kedudukannya yang khusus sebagai calon-calon pemimpin masa depan. Masalah-masalah ini menjadi semakin relevan oleh sebab masa sekarang (baca; abad millennium) ini adalah abad ilmu dan teknologi akan mempersiapkan mahasiswanya  untuk memegang peranan yang maha penting itu. Persoalannya kini adalah apakah lembaga perguruan tinggi khususnya UNISDA masih mampu melaksanakan tugas yang maha berat ini ?

Peranan mahasiswa sebagai kader bangsa di masa depan tidak dapat diragukan. Oleh sebab itu kesiapan mental, moral dan spiritual menghadapi pergumulan bangsa dimasa depan harus dipersiapkan apalagi abad ini berbagai tantangan nilai dan yang pasti beda dengan tatanan nilai-nilai tempoe doeloe. Dan inilah yang akan dikupas dalam tulisan ini.

Pergeseran Peran Mahasiswa

Apabila kita lihat perjalanan kehidupan masyarakat dan bangsa kita, maka tampak adanya perubahan nilai-nilai, baik nilai budaya maupun nilai politik yang menyertai kehidupan bangsa ini. Di dalam kehidupan mahasiswa juga tampak adanya pergeseran penghayatan nilai sejalan dengan perubahan nilai-nilai dalam masyarakatnya di dalam gerakan masyarakat dan bangsa Indonesia untuk merdeka. Bukankah mahasiswa itu merupakan sekelompok elit masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan atau setidak—tidaknya selangkah lebih maju dari masyarakat banyak ? Terlebih di dalam suatu masyarakat yang relatif masih rendah tingkat pendidikannya maka peranan mahasiswa jadi sangat menentukan.

Menurut HAR Tilaar ( 1999; 365-367) dikatakan bahwa dalam sejarah perkembangan masyarakat Indonesia dapat kita perhatikan empat peranan mahasiswa yakni: Pertama, era pendobrakan nilai-nilai. Dalam era kebangkitan nasional pertama mulai dikembangkan pandangan yang melihat betapa kehidupan masyarakat dan bangsa kita menderita akibat kolonialisme. Nilai-nilai yang dilaksanakan di dalam tatanan hidup kekuasaan kolonial telah menjadikan bangsa ini bangsa yang terhina. Di dalam bahasa politik, bangsa kita adalah bangsa kuli dan kuli diantara bangsa-bangsa. Disinilah kita bisa melihat peran yang telah dilakukan oleh para mahasiswa pada era kebangkitan nasional pertama. Kedua, era revolusi fisik. Sebelum dan sesudah proklamasi 1945 tradisi mahasiswa sebagai pendobrak nilai-nilai juga telah menghiasi revolusi fisik Indonesia. Ketiga, era politik masuk kampus. Di dalam era ini kehidupan mahasiswa tidak terlepas dari kancah perjuangan politik, baik di dalam negeri maupun di dalam pertarungan perang dingin pada tahun 50-an dan 60-an. Di dalam masa ini terjadi pertarungan kekuasaan politik yang juga memasuki kampus-kampus bukan hanya di Indonesia juga di seluruh dunia.  Di dalam Negara kita pada waktu itu kita lihat bagaimana kehidupan kampus telah dikuasai oleh agitasi-agitasi politik sehingga kegiatan dan fungsi sebenarnya dari kampus telah berubah menjadi arena perebutan kekuatan-kekuatan politik.  Dan keempat, era pemantapan peran mahasiswa dalam pembangunan nasional. Sejak dimulainya pembangunan nasional pada masa Orba disadari betapa besar peran mahasiswa yang akan menjadi pelaku dan pelopor pembangunan itu sendiri. Oleh sebab itu kampus mulai ditata agar dapat melaksanakan fungsinya.

 Mencari format baru peran kampus

Menurut hemat kita, perkembangan kehidupan kampus sekarang ini telah bergeser, baik dalam dataran nilai, sarana maupun prasarana.  Oleh sebab itu mungkin penglihatan banyak orang yang menyatakan bahwa kampus kita mengalami kemandulan tidak selalu salah. Apalagi dibandingkan dengan kehidupan kampus dalam era yang lalu tampak betapa dinamisnya dan betapa besarnya peranan mahasiswa sebagai penjebol nilai-nilai dan malahan menjadi pemimpin-pemimpin politik praktis. Namun demikian kehidupan masyarakat kita mulai berubah sebagai masyarakat modern yaitu masyarakat yang semakin berdiferensiasi atau semakin professional. Ketika lembaga kehidupan di masyarakat sudah mulai tertata menuju masyarakat yang lebih teratur, lebih terspesialisasi, maka peran dari lembaga-lembaga tersebut semakin jelas dan terarah. Demikian pula hendaknya kehidupan kampus yang semakin tertata baik agar supaya kampus benar-benar merupakan arena penggodokan kader-kader pemimpin bangsa di masa depan. Dengan adanya pemantapan peranan kampus di dalam pembinaan mahasiswa maka bukan berarti bahwa kampus harus mengisolasikan diri dari kehidupan masyarakat luas. Fungsionalisasi kehidupan kampus bukan berarti kita menempatkan kampus di atas menara gading, juga bukan membuat kampus sebagai lembaga perguruan tinggi praktis. Spesialisasi kehidupan kampus dalam masyarakat modern berarti bahwa kampus bukan bersifat “kedap air” di dalam menghadapi kehidupan masyarakat. Hal ini berarti bahwa kampus harus peka tapi juga sekaligus selektif dalam menyaring masalah-masalah dalam masyarakat sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab yaitu sebagai benteng pengembangan ilmu pengetahuan dan benteng mempertehankan objektivitas nilai-nilai yang luhur. Kampus dewasa ini menurut hemat kita harus peka terhadap perubahan nilai-nilai masa depan yang mengglobal. Apabila kampus tidak peka terhadap perubahan nilai-nilai tersebut maka bisa dipastikan kampus tidak akan dapat bertahan dalam menyongsong perubahan jaman. Dan inilah yang bisa dimainkan mahasiswa ketika diterjunkan ber-KKN termasuk oleh Unisda Lamongan.

Nilai-nilai Masa Depan

Selanjutnya, nilai-nilai apakah yang menonjol di masa depan yang perlu diperhatikan oleh dunia kampus kita ? Nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai demokratis, hak asasi manusia, informasi, ilmu dan teknologi serta kegandrungan terhadap kualitas dalam berbagai segi kehidupan.

Nilai-nilai demokratis perlu ditanamkan pada diri mahasiswa, sebab banyak pergolakan dalam kampus kita disebabkan karena masing-masing pihak belum memahami apa arti demokrasi yang sebenarnya dalam kehidupan kampus. Demikian pula sejalan dengan perkembangan kehidupan demokrasi maka perjuangan HAM juga merupakan suatu gerakan dunia. Dimana-mana kita lihat tuntutan masyarakat untuk memperoleh hak asasi. Juga masyarakat dan kampus kita haruslah peka terhadap pergerakan ini.

Kehidupan umat manusia dewasa ini tidak akan dapat melaju tanpa adanya informasi. Kampus dalam hal ini sudah sewajarnya menjadi pusat informasi. Oleh sebab itu, kampus ke depan adalah kampus penalaran dan bukan kampus indoktrinasi. Apalagi dunia masa depan adalah dunia yang dikuasai oleh iptek. Berbagai aspek dalam iptek perlu dikembangkan sebab jika tidak maka kampus kita akan dijajah oleh kampus-kampus lainnya yang giat mengembangkan ilmu dan teknologi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas. Sebab masyarakat masa depan adalah masyarakat yang mendambakan kualitas. Yang tidak berkualitas akan terlempar dari kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Kualitas hanya dapat tercipta apabila kita tidak puas dengan apa yang kita peroleh. Dengan demikian daya saing perlu terus-menerus dipertajam dalam penguasaan iptek yang diperlukan. Tanpa kualitas maka kita akan dijajah oleh produk-produk dari bangsa lain dan kita akan tergantung dari hasil karya intelektual maupun karya fisik dari bangsa-bangsa maju yang berkualitas. ( Tilaar, 1999).

Demikianlah kelima nilai-nilai yang harus diperjuangankan demi masa depan yang cemerlang sekalipun masih memerlukan format kehidupan kampus yang baru dan yang kalah pentingnya adalah pembinaan mahasiswanya. Ini penting, sebab apabila nilai-nilai pokok ini dinafikan maka dunia kampus  akan menjadi mandul dan tidak lebih dari lembaga atau institusi sosial yang sekadar mengeluarkan diploma, sarjana dan ijazah yang tanpa arti. Wallahu a’lam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: